JURNAL PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
JURNAL MODUL
1
PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN
(UMUM)
MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
![]() |
DI SUSUN
OLEH:
NAMA: NUR
MISRODIN, S.Pd
NO UKG:
20191083488
LPTK: UNIVERSITAS
JAMBI
PENDIDIKAN PROFESI GURU TERTENTU TAHAP III
TAHUN 2024
I.
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Pendidikan Jasmani,
Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan bagian integral dari pendidikan secara
keseluruhan. Dalam konteks sekolah dasar, PJOK berperan penting dalam
mengembangkan keterampilan motorik, kebugaran jasmani, dan pemahaman akan pola
hidup sehat. Namun, setiap siswa memiliki kemampuan, minat, dan gaya belajar
yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran berdiferensiasi
diperlukan untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat berkembang secara optimal
sesuai dengan potensinya.
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari dan menerapkan modul ini, guru
diharapkan mampu:
1. Memahami konsep dan prinsip pembelajaran
berdiferensiasi dalam konteks PJOK SD.
2. Merancang dan melaksanakan pembelajaran PJOK
yang berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan siswa.
3. Menerapkan strategi penilaian yang sesuai dengan
pembelajaran berdiferensiasi.
Kompetensi
Inti dan Kompetensi Dasar
(Disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku)
II. Konsep
Pembelajaran Berdiferensiasi
Pengertian Pembelajaran
berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan konten,
proses, dan produk pembelajaran berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar
siswa. Dalam konteks PJOK, ini berarti menyediakan berbagai tingkat tantangan
dan jenis aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan dan preferensi setiap
siswa.
Prinsip-prinsip
1. Fokus pada konsep dan keterampilan esensial
2. Merespon perbedaan siswa
3. Integrasi penilaian dengan pengajaran
4. Modifikasi konten, proses, dan produk
5. Semua siswa berpartisipasi dalam pembelajaran
yang bermakna
Manfaat dalam Pembelajaran PJOK
1. Meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa
2. Mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan fisik
3. Memfasilitasi perkembangan keterampilan motorik
yang optimal
4. Mendorong kreativitas dan pemecahan masalah
dalam konteks aktivitas fisik
5. Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri
siswa
III. Materi
Pembelajaran
1. Aktivitas Permainan Bola Besar: Sepak Bola
a. Teknik Dasar
- Menendang bola
- Mengontrol bola
- Menggiring bola
- Menyundul bola
b. Strategi Permainan
- Posisi pemain
- Penyerangan
- Pertahanan
- Kerja sama tim
c. Peraturan Dasar
- Jumlah pemain
- Durasi permainan
- Pelanggaran dan hukuman
- Cara mencetak gol
d. Variasi Permainan untuk Pembelajaran
Berdiferensiasi
- Sepak bola mini (untuk ruang terbatas atau jumlah
pemain sedikit)
- Sepak bola modifikasi (menggunakan bola plastik
atau bola ringan untuk pemula)
- Sepak bola duduk (untuk inklusi siswa dengan keterbatasan mobilitas)
IV. Strategi
Pembelajaran Berdiferensiasi
1. Diferensiasi Konten
- Menyediakan materi dengan tingkat kompleksitas
berbeda
Contoh:
Untuk teknik menendang bola, siswa pemula belajar tendangan dasar, sementara
siswa mahir belajar tendangan melengkung.
- Menggunakan berbagai media pembelajaran
Contoh:
Video demonstrasi, kartu tugas bergambar, dan model 3D gerakan.
2.
Diferensiasi Proses
- Pengelompokan fleksibel
Contoh:
Membagi siswa berdasarkan tingkat keterampilan untuk latihan spesifik, kemudian
mencampur kelompok untuk permainan.
- Pemberian waktu yang bervariasi
Contoh:
Memberikan waktu tambahan bagi siswa yang membutuhkan lebih banyak repetisi
dalam latihan teknik dasar.
- Penggunaan metode mengajar yang beragam
Contoh: Demonstrasi langsung, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran kooperatif.
3. Diferensiasi Produk
- Pilihan proyek atau tugas
Contoh:
Siswa dapat memilih antara membuat video tutorial teknik sepak bola, merancang
strategi permainan, atau mengorganisir turnamen mini.
- Rubrik penilaian yang fleksibel
Contoh:
Menggunakan rubrik yang memungkinkan siswa menunjukkan pemahaman dan
keterampilan melalui berbagai cara (demonstrasi fisik, presentasi verbal, atau proyek
tertulis).
V. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RPP PJOK
Kelas V
Tema: Gerakan Dasar dalam Olahraga
Alokasi Waktu: 2 x 35 menit
Standar Kompetensi:
- Memahami dan melaksanakan gerakan dasar dalam
berbagai jenis olahraga.
Kompetensi Dasar:
- Melakukan gerakan dasar dalam olahraga dengan
baik dan benar.
- Menerapkan nilai-nilai sportivitas dalam setiap aktivitas olahraga.
Tujuan
Pembelajaran:
- Siswa mampu mendemonstrasikan gerakan dasar
dalam olahraga (lari, lompat, lempar).
- Siswa mampu bekerja sama dalam kelompok.
- Siswa dapat menerapkan sikap sportivitas.
Kegiatan
Pembelajaran:
Pendahuluan
(10 menit)
- Mengawali dengan ice-breaking: permainan
sederhana yang melibatkan semua siswa.
- Menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan
Inti (45menit)
- Pengenalan Gerakan Dasar (15 menit)
- Demonstrasi oleh guru mengenai teknik lari,
lompat, dan lempar.
- Siswa dibagi menjadi kelompok berdasarkan
tingkat kemampuan (pemula, menengah, mahir).
- Latihan (30 menit)
- Kelompok Pemula: Fokus pada teknik dasar dengan bimbingan
lebih dari guru.
- Kelompok Menengah: Latihan mandiri dengan pengawasan minimal.
- Kelompok Mahir: Latihan dalam bentuk permainan untuk
meningkatkan keterampilan dan kreativitas.
- Refleksi (10 menit)
- Diskusi tentang pengalaman belajar dan
penerapan nilai-nilai sportivitas.
- Tanya jawab mengenai kesulitan yang dihadapi.
Penutup
(10 menit)
- Menyimpulkan pembelajaran dan memberikan umpan
balik.
- Memberikan tugas rumah untuk mengamati atau
mencoba gerakan dasar di lingkungan sekitar.
Penilaian:
- Penilaian praktis berdasarkan keterampilan
yang ditunjukkan siswa.
- Penilaian sikap berdasarkan partisipasi dan
sikap sportivitas selama kegiatan.
Differensiasi:
- Strategi: Pembelajaran kelompok berdasarkan kemampuan.
- Bahan Ajar: Alat dan media yang beragam, seperti bola, rintangan sederhana.
- Penugasan: Siswa bisa memilih jenis olahraga yang ingin dikuasai untuk tugas
rumah.
Dengan pendekatan ini, siswa dengan berbagai
kemampuan dapat belajar dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sambil
tetap mencapai tujuan pembelajaran yang sama.
VI. Penilaian
A. Penilaian
Formatif
- Observasi langsung selama aktivitas pembelajaran
- Umpan balik verbal dan nonverbal
- Penggunaan rubrik keterampilan untuk mengukur
kemajuan
B. Penilaian
Sumatif
- Tes keterampilan fisik
- Proyek akhir (sesuai dengan pilihan diferensiasi
produk)
- Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan
strategi
C. Penilaian Autentik
- Portofolio perkembangan keterampilan siswa
- Refleksi diri siswa tentang proses pembelajaran
- Penilaian teman sebaya dalam konteks kerja tim
VII. Penutup
Refleksi
Setelah
merancang pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi
untuk kelas V SD, beberapa poin refleksi muncul yang dapat meningkatkan
efektivitas proses pembelajaran ke depannya.
1. Kepuasan terhadap Keberagaman Metode
Saya
merasa puas dengan keberagaman metode yang direncanakan dalam kegiatan
pembelajaran. Pendekatan yang mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan dan
minat memungkinkan setiap siswa untuk belajar dengan cara yang sesuai bagi
mereka. Hal ini berpotensi meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam
belajar. Penggunaan stasiun belajar juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk
berinteraksi dan belajar secara kolaboratif, yang penting di usia dini.
2. Tantangan dalam Pengelolaan Kelas
Namun,
saya menyadari bahwa mengelola kelas dengan berbagai kelompok dan kegiatan bisa
menjadi tantangan. Siswa mungkin membutuhkan bimbingan ekstra, terutama saat
berpindah antar stasiun belajar. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan
transisi yang jelas dan memberikan instruksi yang sederhana agar siswa dapat
mengikuti kegiatan dengan lancar. Memastikan bahwa setiap kelompok memiliki
waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas tanpa terburu-buru juga merupakan
hal yang perlu diperhatikan.
3. Penilaian yang Berkelanjutan
Refleksi
ini juga mengingatkan saya tentang pentingnya penilaian yang berkelanjutan.
Dengan menggunakan metode pembelajaran berdiferensiasi, saya perlu memastikan
bahwa saya mengumpulkan informasi yang cukup tentang kemajuan siswa. Pengamatan
selama kegiatan dan penilaian produk siswa sangat berharga dalam memahami
kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, saya akan lebih
menekankan pada pencatatan dan analisis kemajuan siswa untuk menyesuaikan
pendekatan saya di masa mendatang
Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil penilaian dan refleksi, guru
dapat merencanakan:
- Penyesuaian strategi pembelajaran untuk sesi
berikutnya
- Pengembangan materi tambahan untuk mendukung
siswa yang membutuhkan
- Perencanaan aktivitas pengayaan untuk siswa yang
telah menguasai materi
REFLEKI TEMAN SEJAWAT
![]() |
Sutrisno, S.Pd. SD
Metode Pembelajar
berdiferensiasi ini yang baik di terapkan bagi peserta didik.

Hasnibar. S.Pd
Pendidik memiliki kesabaran yang luar biasa dalam mengajari peserta
didik yang masih kurang paham dalam pembelajaran.
![]() |
Juminah,
S.Pd
DOKUMENTASI PEMBELAJARAN
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||






Komentar
Posting Komentar