Contoh Karya Strategi Pengembangan Kepala Sekolah
KARYA STRATEGI PENGEMBANGAN (KSP)
KEPALA SEKOLAH

“Strategi Kepala Sekolah dalam
Meningkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa melalui Penguatan Profil
Pelajar Pancasila dan Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri 222/VIII
SIDORUKUN”
A.
Identitas Penyusun 
|
Nama |
: Sutriso, S.Pd.SD |
|
NIP |
: 19820419
200902 1 007 |
|
Jabatan |
: Kepala
Sekolah |
|
Satuan Pendidikan |
: SD
Negeri 222/VIII Sidorukun |
|
Alamat Sekolah |
: Jl.
Telanai Pura, RT 09 Desa Sidorukun, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten
Tebo |
|
Tahun Penyusunan |
: 2025 |
|
|
|
B. Latar Belakang
Pendidikan dasar
merupakan fondasi penting bagi pembentukan karakter dan kemampuan dasar peserta
didik. Seiring dengan implementasi Kurikulum
Merdeka, sekolah diharapkan mampu menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila yang beriman, mandiri, bernalar
kritis, kreatif, gotong royong, dan berkebinekaan global.
Namun, berdasarkan
hasil evaluasi pembelajaran di SD Negeri 222/VIII Sidorukun tahun 2024, ditemukan beberapa tantangan:
·
Nilai asesmen literasi dasar siswa masih di
bawah standar (rata-rata 60/100).
·
Hanya 40% siswa yang memiliki minat membaca di
luar jam pelajaran.
·
Pembiasaan karakter seperti disiplin dan
tanggung jawab belum konsisten.
·
Guru masih terbatas dalam mengintegrasikan nilai
Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran.
Kondisi ini mendorong
kepala sekolah untuk merancang strategi
pengembangan sekolah berbasis literasi dan karakter, dengan menekankan
kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat.
C. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana strategi kepala sekolah dalam mengembangkan
budaya literasi dan karakter siswa di SD Negeri 222/VIII Siodurkun?
2.
Bagaimana implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam
kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler?
3.
Apa hasil yang dicapai dari pelaksanaan strategi
tersebut terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan karakter siswa?
D.
Tujuan Karya Strategi Pengembangan
1.
Meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta
didik minimal 20% dalam satu tahun pelajaran.
2.
Menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui
pembiasaan dan kegiatan proyek.
3.
Meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran
berbasis karakter dan literasi.
4.
Meningkatkan partisipasi masyarakat dan orang tua dalam
program penguatan karakter anak.
E.
Dasar Hukum
1.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan.
3.
Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan
Budi Pekerti.
4.
Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 tentang
Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.
5.
Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka
(Kemendikbudristek, 2023).
6.
Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) SD,
Kemendikbudristek, 2020.
F. Profil Sekolah 
|
Komponen |
Keterangan |
|
Status Sekolah |
: Negeri |
|
Jumlah Siswa |
: 194
siswa |
|
Jumlah Guru |
: 11
guru |
|
Tenaga Kependidikan |
: 2
orang |
|
Rombongan Belajar |
: 8
rombel |
|
Sarana |
: 7
ruang kelas, 1 perpustakaan, 1 lab komputer, 1 ruang UKS |
|
Ekstrakurikuler |
: Pramuka,
Literasi, TIK, Tari, Drum band,
Dokter Kecil |
SD Negeri 222/VIII Sidorukun berdiri Pada Tahun 2007, Yang sebelumnya adalah
SDs Al- Islam yang berdiri pada tahun 1998. Namun SD Negeri 222/VIII Sidorukun
masih dalam tahap awal pengembangan budaya belajar yang berorientasi karakter.
G. Strategi Pengembangan Sekolah
1. Penguatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
a. Pembiasaan Literasi Harian
·
Membaca 15 menit sebelum pelajaran.
·
Program “Satu Hari Satu Cerita” di setiap kelas.
·
Pemanfaatan perpustakaan digital berbasis Google Site.
b. Kegiatan Literasi Tematik
·
Lomba menulis cerita rakyat lokal.
·
Pojok baca di area taman sekolah.
·
Pembuatan majalah dinding dan buletin siswa.
c. Kolaborasi Literasi
·
Kelas Literasi Bersama Orang Tua.
·
Kerja sama dengan Perpustakaan Daerah.
·
Program “Guru Inspiratif Membaca” setiap Jumat.
2.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila
(PPP)
a. Integrasi dalam Pembelajaran
·
Guru wajib mencantumkan dimensi Profil Pelajar
Pancasila pada RPP/Modul Ajar.
·
Supervisi akademik kepala sekolah fokus pada
nilai-nilai P5.
b. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
·
Tema 1: “Gaya Hidup Berkelanjutan” (kelas 3–6).
·
Tema 2: “Kearifan Lokal” (kelas 1–3).
·
Tema 3: “Bangun Jiwa dan Raga” (kelas 4–6).
c. Pembiasaan Karakter
·
“Salam, Senyum, Sapa” setiap pagi.
·
Jumat Bersih dan Jumat Berbagi.
·
Program “Anak Hebat Berkarakter” dengan
penilaian mingguan.
3.
Peningkatan Kompetensi Guru
·
Workshop internal: “Menerapkan P5 dalam Pembelajaran Berbasis Proyek.”
·
Pelatihan pembuatan media ajar digital.
·
Kelas refleksi guru setiap akhir bulan untuk
membahas praktik baik pembelajaran.
·
Pendampingan oleh kepala sekolah dan pengawas
dalam menyusun modul ajar.
4.
Kemitraan dan Kolaborasi dengan Orang Tua
dan Masyarakat
·
Pembentukan Komunitas
Literasi Sekolah.
·
Kerja sama dengan UMKM lokal untuk proyek
“Kewirausahaan Mini.”
·
Program “Orang Tua Mengajar” (parent teaching).
·
Kegiatan bakti sosial bersama masyarakat
sekitar.
H. Tahapan Pelaksanaan
|
Tahap |
Kegiatan |
Waktu |
Penanggung
Jawab |
|
Persiapan |
Analisis kebutuhan
sekolah & penyusunan program |
Jan–Feb 2025 |
Kepala Sekolah |
|
Pelaksanaan |
Implementasi GLS
& P5 di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler |
Maret–Okt 2025 |
Guru Kelas, Tim
Literasi |
|
Monitoring |
Supervisi akademik
dan evaluasi kegiatan |
April–Nov 2025 |
Kepala Sekolah |
|
Evaluasi |
Refleksi, publikasi
hasil, tindak lanjut |
Des 2025 |
Tim Pengembang
Sekolah |
I. Hasil yang Dicapai (Simulasi)
1.
Nilai literasi
siswa meningkat dari rata-rata 60 menjadi 78.
2.
Kedisiplinan
siswa meningkat: tingkat keterlambatan turun 70%.
3.
Guru lebih
kreatif dalam mengembangkan modul ajar berbasis proyek (100% guru
membuat modul P5).
4.
Sekolah memperoleh penghargaan sebagai Sekolah Ramah Anak dan Literasi Tingkat Kabupaten
2025.
J. Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor Pendukung:
·
Dukungan kuat dari orang tua dan komite sekolah.
·
Kepala sekolah memiliki kepemimpinan
transformasional.
·
Sarana digital dan literasi cukup memadai.
Faktor Penghambat:
·
Sebagian guru masih belum terbiasa dengan
pembelajaran berbasis proyek.
·
Waktu pelaksanaan terbatas.
Solusi:
·
Pendampingan dan pelatihan berkelanjutan.
·
Penjadwalan proyek lintas mata pelajaran agar
efisien.
K. Dampak dan Manfaat Program 
1.
Terbangunnya budaya literasi dan karakter kuat di
sekolah.
2.
Siswa lebih berani berpendapat, kreatif, dan memiliki
empati sosial.
3.
Guru bertransformasi menjadi fasilitator pembelajaran.
4.
Sekolah menjadi pusat pembelajaran yang kolaboratif dan
menyenangkan.
L. Kesimpulan
Kepala sekolah
berperan penting sebagai leader, manager,
supervisor, dan innovator dalam pengembangan mutu pendidikan. Melalui
strategi penguatan literasi dan Profil Pelajar Pancasila, SD Negeri 222/VIII Sidorukun berhasil membentuk
budaya belajar yang berkarakter, berdaya saing, dan sesuai tuntutan Kurikulum
Merdeka.
M. Rekomendasi
1.
Program literasi dan P5 perlu dijadikan kegiatan wajib
sekolah setiap tahun.
2.
Pemerintah daerah hendaknya mendukung dengan pelatihan
berkelanjutan untuk guru.
3.
Sekolah perlu memperluas jejaring kolaborasi dengan
komunitas literasi dan dunia usaha.
4.
Kegiatan reflektif kepala sekolah dan guru harus
dilaksanakan minimal 3 kali per tahun.
N. Daftar Pustaka
1.
Kemendikbudristek. (2023). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka SD.
2.
Kemendikbudristek. (2020). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk SD.
3.
Suyatno, A. (2022). Kepemimpinan
Kepala Sekolah Penggerak. Jakarta: PT Rajawali.
4.
Tim Pusat Kurikulum. (2024). Profil Pelajar Pancasila dan Implementasinya di SD.
O. Lampiran
1.
Jadwal kegiatan GLS dan P5 selama satu tahun.
2.
Contoh modul ajar berbasis P5.
3.
Dokumentasi kegiatan literasi dan proyek siswa.
4.
Grafik hasil asesmen literasi siswa.
5.
Struktur Tim Pengembang Sekolah dan Komunitas Literasi.
Komentar
Posting Komentar