Modul Ajar Deep Learning
MODUL AJAR PJOK KELAS 3
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
( DEEP LEARNING )
GURU
MAPEL PJOK : NUR MISRODIN, S.Pd. Gr
NIP : 199110022023 21 1 007 SEKOLAH : SD NEGERI 222/VIII SIDORUKUN

Modul Ajar PJOK
Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Nur Misrodin, S.Pd. Gr
• Satuan Pendidikan: SD
Negeri 222/VIII SIDORUKUN
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: PJOK
• Fase: B
• Kelas/Semester: 3/1
• Alokasi Waktu: 14 JP (Jam Pelajaran)
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Pilihlah dimensi yang paling relevan dengan centang (✓).
✓
Kesehatan: Peserta didik memiliki pemahaman dan
kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental melalui aktivitas
fisik yang teratur.
✓
Kemandirian: Peserta didik mampu
mengidentifikasi kebutuhan gerak dan merencanakan aktivitas fisik secara
mandiri.
✓
Kreativitas: Peserta didik mampu mengembangkan
dan memodifikasi gerakan baru serta strategi dalam berbagai aktivitas fisik.
✓
Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama
dalam tim untuk mencapai tujuan bersama dalam aktivitas fisik.
✓
Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide
dan instruksi terkait gerak serta memberikan umpan balik yang konstruktif.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat
Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7
kegiatan Anak Indonesia Hebat:
Guru dapat memulai dengan sapaan hangat dan menanyakan secara
personal kepada setiap peserta didik atau secara klasikal:
•
Bangun Tidur: "Anak-anak hebat, siapa tadi pagi yang
bangunnya semangat tanpa dibangunkan Mama atau Papa? Ayo angkat tangan! 👋"
•
Beribadah: "Setelah bangun, apa yang pertama kalian
lakukan? Ada yang sudah shalat Subuh atau berdoa pagi ini? 🙏"
•
Berolahraga: "Wah, hari ini kita mau gerak-gerak seru.
Tapi sebelum itu, adakah yang sudah sempat berolahraga ringan pagi ini?
Lari-lari kecil di rumah atau senam sebentar? 🏃"
•
Gemar Belajar: "Selain olahraga, apakah kalian juga suka
belajar hal baru? Coba ceritakan, kemarin ada yang belajar apa yang paling
seru? 📚"
•
Makan Sehat dan Bergizi: "Untuk
punya tenaga buat bergerak, kita butuh makanan sehat. Siapa tadi pagi
sarapannya pakai sayur atau buah? 🍎🥕"
•
Bermasyarakat: "Nah, kalau di rumah atau di sekolah, apa
yang kalian lakukan untuk membantu teman atau keluarga? Misalnya, membantu ibu
beres-beres atau berbagi mainan dengan teman? 🤝"
•
Tidur Cepat: "Supaya badan kita
bugar lagi, tidur yang cukup itu penting. Siapa tadi malam yang tidurnya tidak
terlalu larut dan bangun pagi ini dengan segar? 😴"

D. Capaian dan Tujuan
Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
ELEMEN: Terampil Bergerak
Peserta didik menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan
menerapkannya dalam situasi gerak yang baru. Peserta didik menerapkan dan
menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak.
Peserta didik memeragakan konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian
gerak.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai jenis
keterampilan gerak fundamental (lokomotor, non-lokomotor, manipulatif) dengan
tepat.
2. Menganalisis dan menjelaskan konsep gerak yang efektif dalam berbagai situasi.
3. Melakukan kombinasi keterampilan
gerak fundamental dalam aktivitas fisik yang bervariasi dengan koordinasi yang
baik.
4. Mengembangkan dan menyesuaikan strategi gerak untuk
mencapai tujuan tertentu dalam permainan atau aktivitas fisik.
5. Mengeksplorasi dan menciptakan rangkaian gerak sederhana
secara mandiri atau berkelompok.
6. Menerapkan nilai-nilai sportivitas,
kerjasama, dan disiplin selama melakukan aktivitas fisik.
E.
Sarana dan Prasarana
1. Bola (bola plastik, bola karet)
2. Cone atau penanda
3. Tali skipping
4. Musik pengiring (opsional)
5. Area lapangan/ruangan yang aman dan
luas
F.
Target Peserta Didik
• Peserta
didik reguler/tipikal.
• Jumlah
peserta didik sekitar 25-30 siswa.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)
(Pembelajaran Berbasis Masalah)
Metode: Diskusi Kelompok, Demonstrasi, Simulasi, Eksplorasi
Gerak, Bermain Peran, Refleksi.
Pendekatan deep learning akan diintegrasikan melalui
aktivitas yang mendorong pemahaman konsep yang mendalam, aplikasi dalam situasi
nyata, dan refleksi terhadap proses belajar.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Ketika kita
bergerak, apakah tubuh kita merasakan setiap gerakan? Apa yang membuat kita
bisa bergerak dengan indah atau cepat?"
• Meaningful Learning: "Mengapa
belajar bergerak dengan benar itu penting? Apa manfaatnya bagi kehidupan kita
sehari-hari dan untuk bermain bersama teman?"
• Joyful Learning: "Menurut
kalian, apa yang membuat olahraga atau bergerak itu menyenangkan? Gerakan apa
yang paling kalian suka lakukan dan mengapa?"
I.
Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Doa (5 menit): Guru
mengucapkan salam, menyapa peserta didik dengan ceria, dan mengajak berdoa
bersama untuk kelancaran pembelajaran.
2. Pengecekan Kehadiran dan Kesiapan Belajar
(5 menit): Guru memeriksa kehadiran dan memastikan semua peserta didik
mengenakan pakaian olahraga yang nyaman. Guru mengingatkan pentingnya menjaga
keselamatan.
3. Apersepsi (Pertanyaan Pemantik) (5
menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful learning, meaningful learning, joyful learning)
secara bergantian untuk memancing minat dan fokus peserta didik terhadap materi
gerak. Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi yang akan
dipelajari.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran dan Manfaat
(5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan
manfaat keterampilan gerak dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, melompat
untuk mengambil benda, berlari untuk bermain kejar-kejaran, melempar bola).
Kegiatan Inti (± 100 menit)
Guru akan menerapkan Problem-Based
Learning dengan skenario: "Bagaimana kita bisa membuat
rangkaian gerakan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk menjaga tubuh tetap
bugar?"
1. Orientasi Peserta Didik pada Masalah (Tahap 1
PBL) (15 menit):
o Guru menayangkan
video pendek atau menunjukkan gambar tentang berbagai aktivitas gerak
fundamental (berlari, melompat, melempar, menangkap, memutar, menekuk). o Guru memancing
diskusi: "Gerakan apa saja yang kalian lihat? Apakah gerakan itu penting?
Apa yang terjadi jika kita tidak bisa melakukan gerakan-gerakan itu dengan
baik?"
2. Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar
(Tahap 2 PBL) (20 menit):
o Guru
membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 siswa).
o Guru
memberikan "Tantangan Gerak
Rahasia" kepada setiap kelompok: Setiap kelompok harus
menciptakan sebuah "tarian mini" atau "rangkaian gerak
petualangan" yang menggabungkan minimal 3 jenis gerak lokomotor, 2
non-lokomotor, dan 1 manipulatif. Rangkaian ini harus punya cerita atau tema
sederhana (misalnya: "Petualangan Kura-kura Mencari Harta Karun" atau
"Tarian Robot Lucu").
3. Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok
(Tahap 3 PBL)
(40 menit): o Setiap kelompok berdiskusi dan
merencanakan rangkaian geraknya. Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan
mengajukan pertanyaan pengarah: "Bagaimana kalian bisa membuat gerakan ini
lebih kuat/lentur? Apa lagi yang bisa kalian tambahkan agar lebih menarik?
Bagaimana kalian bekerja
sama?" o Peserta didik
mencoba berbagai gerakan, saling memberi masukan, dan berkolaborasi dalam
menciptakan rangkaian. Guru mendorong eksplorasi gerakan bebas. Ini melatih kreativitas dan kolaborasi. o Guru menyediakan
alat bantu (tali, bola, cone) untuk eksplorasi lebih lanjut.
4. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (Tahap
4 PBL) (15 menit):
o Setiap kelompok
mempresentasikan "Tantangan Gerak Rahasia" mereka di depan kelas.
Kelompok lain akan menjadi penonton yang aktif dan memberikan umpan balik
positif. o Selama presentasi,
guru mengamati dan memberikan apresiasi terhadap usaha dan kreativitas setiap kelompok.
5. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan
Masalah (Tahap 5 PBL) (10 menit): o Setelah semua kelompok tampil, guru
memimpin diskusi kelas: "Apa yang kalian rasakan saat membuat rangkaian
gerak tadi? Gerakan apa yang paling sulit? Apa yang kalian pelajari dari
teman-teman kalian?"
o Guru memberikan penekanan pada
pentingnya kemandirian
dalam berlatih dan komunikasi
saat bekerja kelompok.

Penutup (± 15 menit)
1. Refleksi Diri dan Pembelajaran Bermakna
(5 menit): Guru mengajak peserta didik merefleksikan pengalaman belajar:
"Apa hal baru yang kalian pelajari hari ini? Apakah sekarang kalian lebih
mengerti mengapa bergerak itu penting? Apa yang akan kalian lakukan di rumah
untuk tetap aktif?"
2. Penguatan Konsep (5 menit): Guru
merangkum materi hari ini, menekankan pentingnya gerak fundamental dan
bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga
kesehatan. Guru mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama
"Berolahraga".
3. Tindak Lanjut dan Doa Penutup (5 menit): Guru memberikan motivasi untuk terus berlatih gerak di rumah. Guru memberikan informasi singkat tentang materi pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
1. Observasi Guru: Mengamati partisipasi
aktif, kolaborasi dalam kelompok, dan upaya eksplorasi gerakan selama kegiatan
inti. Guru mencatat respons peserta didik terhadap pertanyaan pemantik dan
diskusi.
2. Penilaian Diri: Peserta didik mengisi
lembar refleksi singkat tentang partisipasi dan pemahaman mereka terhadap
materi. (Contoh pertanyaan:
"Apa yang sudah aku pahami hari ini tentang gerakan?
Apa yang masih sulit?")
3. Penilaian Teman Sebaya: Saat
presentasi kelompok, peserta didik lain dapat memberikan umpan balik positif
dan konstruktif terhadap penampilan temannya.
Asesmen Sumatif
1. Praktik Keterampilan Gerak: Peserta
didik secara individu atau berpasangan diminta untuk mendemonstrasikan
kombinasi gerak fundamental yang telah dipelajari. Guru menilai kelancaran,
koordinasi, dan pemahaman konsep gerak.
2. Proyek Kelompok (Produk): Penilaian
terhadap "Tantangan Gerak Rahasia" yang telah dibuat dan
dipresentasikan oleh setiap kelompok, menggunakan rubrik penilaian yang mencakup
kreativitas, kekompakan, dan penerapan konsep gerak. (Lihat bagian LKPD).
K. Pemahaman Bermakna
• Peserta
didik memahami bahwa gerakan
adalah bahasa tubuh yang penting untuk berinteraksi dengan
lingkungan dan menjaga kesehatan.
• Peserta
didik menyadari bahwa setiap
gerakan memiliki tujuan dan dapat dikombinasikan untuk menciptakan
aktivitas yang lebih kompleks dan menyenangkan.
• Peserta
didik merasakan bahwa belajar
bergerak tidak hanya tentang fisik, tetapi juga tentang berpikir kreatif,
bekerja sama, dan menyelesaikan tantangan.

L. Materi Bahan Ajar
Gerak Fundamental: Pondasi Setiap Aktivitas
Gerak fundamental adalah gerakan dasar yang menjadi pondasi
bagi semua aktivitas fisik yang lebih kompleks. Ada tiga kategori utama: gerak lokomotor (berpindah tempat,
seperti berjalan, berlari, melompat), gerak
non-lokomotor
(bergerak di
tempat, seperti menekuk, memutar, mengayun), dan gerak manipulatif (menggunakan alat, seperti melempar,
menangkap, menendang). Menguasai gerak fundamental ini sangat penting karena
memungkinkan kita melakukan berbagai kegiatan sehari-hari, bermain, dan
berolahraga dengan lebih efisien dan aman. Mengkombinasikan Gerak:
Kreativitas dan Koordinasi
Dalam kehidupan nyata, kita jarang melakukan satu jenis
gerakan saja. Seringkali, kita mengkombinasikan berbagai gerak fundamental
secara bersamaan atau berurutan. Misalnya, saat bermain sepak bola, kita
berlari (lokomotor), menendang
(manipulatif), dan sesekali berputar (non-lokomotor).
Kemampuan mengkombinasikan gerakan ini tidak hanya melatih koordinasi tubuh,
tetapi juga mendorong kreativitas
dalam menciptakan rangkaian gerak baru, seperti dalam sebuah tarian atau
permainan baru.
Manfaat Gerak bagi Tubuh dan Pikiran
Berlatih gerak fundamental dan mengkombinasikannya tidak hanya membuat tubuh kita kuat dan lincah, tetapi juga berdampak baik bagi kesehatan otak. Dengan bergerak, aliran darah ke otak menjadi lancar, membantu kita berpikir lebih jernih, fokus, dan mengurangi stres. Selain itu, berinteraksi dengan teman saat bergerak dan bermain juga melatih kemampuan sosial dan kolaborasi, menjadikan tubuh sehat dan pikiran cerdas.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Apa
bagian dari kegiatan hari ini yang paling aku nikmati dan mengapa?"
2. "Gerakan
apa yang paling sulit bagiku hari ini, dan bagaimana aku bisa
memperbaikinya?"
3. "Apa
satu hal baru yang aku pelajari tentang tubuhku atau tentang kerjasama
tim?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah
tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa indikatornya?"
2. "Bagian
mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif dalam melibatkan peserta
didik secara aktif, kreatif, dan kolaboratif?"
3. "Strategi
apa yang perlu saya tingkatkan untuk mendukung deep learning pada topik berikutnya?"
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: "Tantangan Gerak Rahasia Kelompokku!" Nama
Kelompok:
Anggota Kelompok:
1.
2.
3.
4.
5.
Petunjuk:
Bersama kelompokmu, buatlah sebuah "Tantangan Gerak
Rahasia" berupa rangkaian gerakan sederhana yang memiliki tema atau
cerita. Rangkaian ini harus menggabungkan minimal:
•
3 Gerak
Lokomotor (contoh: berlari, melompat, berjalan jinjit)
•
2 Gerak
Non-Lokomotor (contoh: menekuk, memutar, mengayun)
•
1 Gerak
Manipulatif (contoh: melempar, menangkap, menendang) Tuliskan rencana rangkaian gerakanmu di bawah
ini:
|
|
|


Komentar
Posting Komentar